Rabu, 22 Juni 2011

TURUN DAN TERSEBARNYA AL-QURAN

Kronologi Turunnya AI-Quran



Tidak diragukan lagi bahwa surat-surat dan ayat-ayat Al-Quran tidak dihimpun dan dicatat menurut kronologi (urutan) turunnya kepada Rasulullah s.a.w. Ulama-ulama dahulu, khususnya ulama Ahlus Sunnah, dalam mengurutkan surat-surat dan ayat-ayat Al�Quran berlandaskan pada atsar (perkataan atau perbuatan sahabat atau tabi'in). Di antara atsar - atsar yang dikemukakan berkenaan dengan masalah ini adalah sebuah atsar yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas. Dia berkata: "Apabila pembukaan suatu surat di�turunkan di Makkah, maka pembukaan itu ditulis di kota ini.



Kemudian Allah menambahinya. Adapun surat-surat yang pertama kali diturunkan (secara berurutan) adalah sebagai berikut:


1.
Al-'Alaq
30.
Al-Qiyamah
59.
Al-Mukmin

2.
Al-Qalam
31.
Al-Humazah
60.
As-Sajdah

3.
Al-Muzammil
32.
Al-Mursalat
61.
Asy-Syura

4.
Al-Muddatstsir
33.
Qaf
62.
Az-Zuhruf

5.
Al-Masad
34.
Al-Balad
63.
Ad-Dukhan

6.
At-Takwir
35.
Ath-Thariq
64.
Al-Jatsiah

7.
Al-A'la
36.
Al-Qamar
65.
Al-Ahqaf

8.
Al-Lail
37.
Shad
66.
Adz-Dzariyat

9.
Al-Fajr
38.
Al-A'raf
67.
Al-Ghasyiah

10.
Adh-Dhuha
39.
Al-Jin
68.
Al-Kahfi

11.
Asy-Syarh
40.
Yasin
69.
An-Nahl

12.
Al-'Asr
41.
Al-Furqan
70.
Nuh

13.
Al-'Adiyat
42.
Al-Malaikah
71.
Ibrahim

14.
Al-Kautsar
43.
Maryam
72.
Al-Anbiya'

15.
At-Takatsur
44.
Thaha
73.
Al-Mukminun

16.
Al-Ma'un
45.
Al-Waqi'ah
74.
Fusshilat

17.
Al-Kafirun
46.
Asy-Syu'ara
75.
Ath-Thur

18.
Al-Fil
47.
An-Naml
76.
Al-Mulk

19.
Al-Falak
48.
Al-Qasas
77.
Al-Haqah

20.
An-Nas
49.
Bani Israil
78.
Al-Ma'arij

21.
Al-Ikhlas
50.
Yunus
79.
An-Naba'

22.
An-Najm
51.
Hud
80.
An-Nazi'at

23.
'Abasa
52.
Yusuf
81.
Al-Infithar

24.
Al-Qadr
53.
Al-Hijr
82.
Al-Insyiqaq

25.
Asy-Syams
54.
Al-An'am
83.
Ar-Rum

26.
Al-Buruj
55.
Ash-Shafat
84.
Al-Ankabut

27.
At-Tin
56.
Luqman
85.
Al-Muthaffifin

28.
Quraisy
57.
Saba'



29.
Al-Qari'ah
58.
Az-Zumar






Inilah surat-surat yang diturunkan di Makkah.
Sedangkan yang turun di Madinah (secara berurutan) adalah sebagai berikut :


86.
Al-Baqarah
96.
Ar-Rahman
106.
Al-Hujurat

87.
Al-Anfal
97.
Al-Insan
107.
At-Tahrim

88.
Ali Imran
98.
Ath-Thalak
108.
Al-Jum'ah

89.
Al-Ahzab
99.
Al-Bayyinah
109.
At-Taghabun

90.
Al-Mumtahanah
100.
Al-Hasyr
110.
Ash-Shaf

91.
An-Nisa'
101.
An-Nasr
111.
AI-Fath

92.
Az-Zalzalah
102.
An-Nur
112.
Al-Maidah

93.
Al-Hadid
103.
Al-Haj
113.
Al-Bara'ah.3)

94.
Al-Qital
104.
Al-Munafiqun



95.
Ar-Ra'd
105.
Al-Mujadalah








Menimbang Hadis Ibnu Abbas dan Lainnya



Seperti telah Anda ketahui bahwa hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas di atas mengatakan bahwa jumlah surat Al-Quran adalah seratus tiga belas, dan dia tidak menyebut al-F.atihah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi dari Ikrimah disebutkan bahwa jumlah surat AI-Quran adalah seratus sebelas, dan di dalamnya tidak disebutkan surat-surat al-Fatihah, al-A'raf dan as-Syura. Al-Baihaqi juga meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas, yang di dalamnya disebutkan bahwa jumlah seluruh surat Al-Quran adalah seratus empat belas.4) Ada dua per�bedaan antara dua riwayat ini dan hadis Ibnu Abbas di atas.

Pertama, kedua riwayat ini menyebutkan Surat al-Muthaffifin sebagai termasuk surat Madaniah, sedangkan hadis Ibnu Abas memasukkannya ke dalam kelompok surat Makkiah.

Kedua, dalam dua riwayat ini, urut-urutan surat-surat Al-Quran berbeda dengan urut�urutan yang disebutkan dalam hadis Ibnu Abbas di atas.

Diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalhah sebuah hadis lain yang menyatakan bahwa surat-surat di bawah ini diturunkan di Madi�nah, yaitu: al-Baqarah, Ali Imran, an-Nisa', al-Maidah, al-Anfal, at-Taubah, al-Haj, an-Nur, al-Ahzab, Muhammad, al-Fath, al�Hadid, al-Mujadalah, al-Hasyr, al-Mumtahanah, al-Hawariyyin (ash�Shaf), at-Taghabun, ath-Thalaq, at-Tahrim, al-Fajr, a:-Lail, al-Qadr, al-Bayyinah, az-Zalzalah dan an-Nasr. Selebihnya diturunkan di Makkah.5) Tampaknya hadis dari Ali bin Abi Thalhah ini ber�maksud membedakan antara surat-surat Makkiah dan Madaniah tanpa mempertimbangkan urutan turunnya, karena tak pelak lagi dua surat (al-Maidah dan at-Taubah) terletak sesudah surat yang sering disebut-sebut (an-Nisa' dan al-Anfal). Hadis ini memasukkan al-Fajr, al-Lail dan al-Qadr ke dalam kelompok Madaniah, se�mentara hadis-hadis terdahulu memasukkannya ke dalam kelompok Makkiah. Hadis ini juga memasukkan surat-surat ar�Ra'd, ar-Rahman, al-Insan, al-Jum'ah dan al-Hujurat ke dalam kelompok Makkiah, padahal dalam hadis-hadis terdahulu dimasukkan ke dalam kelompok Madaniah.

Sedangkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Qatadah dikatakan bahwa di Madinah diturunkan surat-surat: al-Baqarah, Ali Imran, an-Nisa', al-Maidah, Bara'ah, ar-Ra'd, an�Nahl, al-Haj, an-Nur, al-Ahzab, Muhammad, al-Fath, al-Hujurat, al-Hadid, ar-Rahman, al-Mujadalah, al-Hasyr, al-Mumtahanah, ash�Shaf, al-Jum'ah, al-Munafiqun, at-Taghabun, ath-Thalak, at-Tahrim, az-Zalzalah dan an-Nasr. Selebihnya diturunkan di Makkah.6) Hadis ini menyalahi hadis-hadis terdahulu, khususnya hadis lain yang diriwayatkan dari Qatadah sendiri mengenai surat al-Muthaffifin, al-Insan dan al-Bayyinah. Tidak mungkin menjadikan hadis�hadis ini sebagai sandaran, karena tidak mempunyai nilai sebagai hadis keagamaan dan catatan kesejarahan. Arti dari tidak mempunyai nilai keagamaan ialah karena sanad-nya tidak bersambung sampai kepada Rasulullah s.a.w., dan tidak diketahui apakah Ibnu Abbas mempelajari urutan turunnya surat-surat itu dari Nabi s.a.w. atau orang lain, atau hasil pemikirannya sendiri. Sedangkan arti dari tidak mempunyai nilai sebagai catatan sejarah ialah karena Ibnu Abbas mengalami hanya masa sebentar bersama Rasulullah s.a.w., sehingga dia tidak dapat menyaksikan proses turunnya seluruh surat dan ayat Al-Quran. Jika tentang urutan turunnya surat-surat ini bukan hasil pemikirannya sendiri, berarti ia meriwayatkannya dari seseorang yang tidak diketahui. Karena tidak jelas sumbernya, maka ia tidak memiliki nilai dalam dunia ilmiah.

Sekiranya sahih, hadis-hadis ini termasuk hadits ahad. Dalam ushul fiqh telah dijelaskan bahwa hadits ahad bukan merupakan hujah dalam masalah di luar fikih. Jika demikian, satu-satunya jalan untuk mengetahui Makkiah dan Madaniah adalah merenungkan dan inengkaji ayat-ayat Al-Quran, sampai di mana kesesuaiannya dengan yang berlangsung sebelum atau sesudah hijrah. Jalan ini sangat bcrguna untuk membedakan antara Makkiah dan Madaniah. Kandungan surat al-Insan, al-'Adiyat dan al-Muthaffifin membuktikan bahwa surat-surat ini adalah Madaniah, meskipun dalam beberapa hadis disebutkan sebagai Makkiah.






3). As-Suyuthi, al-Itqan, I, h. 10. Dikutip dari Ibnu Dhiris, Fadhailul Quran.

4). Ibid.

5). Ibid.

6). Ibid., h.11.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar